Resume Materi-materi Hari Pertama PKKMB UNUSA 2025

 


Surabaya-Hari pertama PKKMB UNUSA resmi di laksanakan secara online dikarenakan situasi yang sangat tidak memungkinkan untuk mahasiswa melaksanakan kegiatan di kampus, maka dari itu pihak kampus memutuskan untuk melaksanakan kegiatan kuliah maupun PKKMB secara daring/online.

Situasi negara saat ini sangat berkesinambungan dengan materi yang disampaikan langsung oleh Bapak Yudi Latif, MA., Ph.D di via zoom online selaku Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia/PSIK Indonesia, pemateri pertama pada PKKMB 2025

Berikut adalah hasil resume materi pertama saya selama mendengarkan pemateri tadi pagi : 

Kondisi Bangsa dan Jati Diri

Indonesia menghadapi tantangan besar di mana nilai-nilai luhur tidak selalu tercermin dalam kehidupan nyata. Meskipun bangsa ini sangat religius, korupsi dan kurang integritas masih menjadi masalah serius. Untuk mengatasi ini, bangsa Indonesia harus kembali menjiwai Pancasila sebagai dasar moral publik. Pancasila bukan hanya slogan, melainkan pedoman untuk mewujudkan keadilan dan kemanusiaan—tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi lingkungan.

Jati diri bangsa itu sendiri sesungguhnya sudah kuat, terangkum dalam empat pilar utama :

1. Pancasila, sebagai dasar nilai yang menjunjung kebenaran dan keadilan.

2. UUD 1945, sebagai landasan hukum.

3. NKRI, sebagai bentuk negara.

4. Bhinneka Tunggal Ika, sebagai semboyan pemersatu dalam keberagaman.

Tujuan Negara dan Kesejahteraan Rakyat

Para pendiri bangsa merumuskan tujuan utama negara adalah untuk menciptakan kebahagiaan bagi seluruh rakyat, tanpa terkecuali. Kebahagiaan ini terwujud melalui beberapa tugas penting yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu :

Terdapat pada alenia ke I :

Melindungi seluruh rakyat dan tumpah darah.

Pada alenia ke II :

Memajukan kesejahteraan umum, baik secara materiil maupun spiritual.

Pada Alenia ke III :

Mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengembangkan semua potensi individu.

Dan yang terakhir alenia ke IV :

Ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Untuk mencapai kesejahteraan, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan sumber daya alam mentah. Diperlukan inovasi, teknologi, dan distribusi kekayaan yang adil agar semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Mengingat pergeseran nilai yang mengkhawatirkan, dibutuhkan konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran bangsa. Salah satu solusinya adalah melalui pembinaan kesadaran bela negara.

1. Ketuhanan dan Moral Publik

Semua agama mengajarkan cinta kasih dan nilai Ilahi.

Tantangan di Indonesia : religiusitas tinggi (banyak rumah ibadah, jamaah haji terbanyak), tetapi sering tidak tercermin dalam kehidupan publik (korupsi, manipulasi, kurang integritas).

Moralitas publik seharusnya meneladani sifat Ilahi : kasih, keadilan, tanpa pandang bulu.

2. Makna Pancasila

Sila I : Menjiwai kehidupan publik dengan sifat ketuhanan.

Sila II : Kemanusiaan berarti adil dan beradab, termasuk terhadap lingkungan, flora, fauna.

Sila III : Persatuan Indonesia mencakup manusia dan tanah air; cinta tanah air bagian dari iman.

Pancasila sebagai titik temu : Menyatukan keragaman dengan konektivitas, inklusivitas, dan integritas.

3. Tujuan Bernegara

Berdasarkan perumusan para pendiri bangsa : negara harus membuat seluruh rakyat bahagia (Papua, Aceh, petani, nelayan, bukan hanya pejabat).

Lagu Indonesia Raya memberi “peta jalan kebahagiaan” : bersatu, berjanji menjaga tanah, laut, hutan; membangun manusia dan negeri.

Visi bangsa : merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Merdeka berarti bebas “dari” (penjajahan, diskriminasi) sekaligus bebas “untuk” (mengembangkan potensi, membangun diri dan bangsa).

4. Kesejahteraan dan Kemakmuran

Indonesia kaya sumber daya alam, tapi belum makmur karena hanya bergantung pada eksploitasi SDA mentah.

Harus ada inovasi, teknologi, nilai tambah, serta distribusi yang adil (harta, peluang, kehormatan).

Negara makmur adalah negara yang memberi kesempatan luas bagi mobilitas sosial dan kesejahteraan inklusif.

5. Tugas Negara (Pembukaan UUD 1945 Alinea IV)

Melindungi segenap bangsa dan tumpah darah (manusia, lingkungan, ekosistem).

Menjamin hak hidup, hak milik, pelayanan publik yang adil.

Memajukan kesejahteraan umum, baik materi (sandang, pangan, papan) maupun rohani (ibadah).

Mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengembangkan semua potensi kecerdasan (matematika, bahasa, seni, olahraga, politik).

Ikut melaksanakan ketertiban dunia dengan damai, hukum, dan keadilan sosial.

6. Pentingnya Kecerdasan dan Karakter Bangsa

Potensi individu harus diolah menjadi manusia berkualitas.

Demokrasi harus dipimpin dengan hikmat dan kebijaksanaan.

Teknologi perlu dimanfaatkan untuk kesejahteraan (contoh : nelayan dengan satelit/gadget).

Spirit Bhinneka Tunggal Ika harus dijalankan agar Indonesia kembali terhormat di panggung dunia.

Tujuan Bela Negara adalah untuk :

- Melindungi negara dari segala ancaman.

- Mempertahankan persatuan dan kesatuan.

- Meningkatkan ketahanan nasional.

Upaya ini dapat dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan, latihan bela negara, dan kampanye yang meningkatkan kesadaran publik. Dengan demikian, setiap warga negara dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa.

👉 Inti Pesan :

Bangsa Indonesia harus menjiwai Pancasila dalam kehidupan nyata dengan integritas, persatuan, keadilan, dan inovasi. Tujuan utama bernegara adalah membuat seluruh rakyat bahagia melalui pembangunan manusia unggul, pemanfaatan SDA secara adil, menjaga lingkungan, serta mencerdaskan bangsa.

Refrensi : 

https://www.kemhan.go.id/pothan/2024/06/12/pembinaan-kesadaran-bela-negara-bagi-mahasiswa.html

Lanjut pada resume materi ke II yang disampaikan Kak Erisandy Yudhistira selaku Priority Banking Manager Bank Mandiri dengan Tema : Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa.

Resume ini merangkum poin-poin utama dari pemaparan tentang pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa dan bagaimana hal itu bisa ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik.

Literasi keuangan sangat penting bagi mahasiswa karena ini adalah masa transisi krusial di mana mereka mulai mengelola uang secara mandiri. Tanpa pemahaman yang memadai, mahasiswa rentan terhadap berbagai tantangan finansial seperti :

• Biaya kuliah dan hidup yang terus meningkat.

• Terjerat utang konsumtif (misalnya dari pinjaman online).

• Tekanan sosial untuk mengikuti gaya hidup tertentu.

• Kondisi finansial yang buruk ini tidak hanya memengaruhi keuangan, tapi juga kesejahteraan secara menyeluruh, 

termasuk :

- Akademik: Stres keuangan bisa mengganggu konsentrasi belajar.

- Mental dan Emosional : Masalah uang bisa memicu kecemasan dan depresi.

- Masa Depan : Kurangnya literasi keuangan bisa menghambat pencapaian tujuan jangka panjang setelah lulus.

• Strategi Penguatan Literasi Keuangan

Peningkatan literasi keuangan memerlukan kerja sama dari berbagai pihak.

1. Peran Perguruan Tinggi (Kampus)

Integrasi ke Kurikulum : Memasukkan materi literasi keuangan ke dalam mata kuliah wajib atau pilihan.

Workshop & Seminar : Mengadakan acara rutin dengan topik praktis, seperti pengelolaan anggaran, dasar investasi, dan cara menghindari penipuan.

Layanan Konseling : Menyediakan konsultan keuangan untuk membantu mahasiswa secara personal.

Platform Digital : Mengembangkan aplikasi atau portal dengan kalkulator anggaran, modul belajar, dan informasi beasiswa.

Kolaborasi Eksternal : Bekerja sama dengan OJK atau lembaga keuangan untuk materi dan sumber daya.

2. Inisiatif Mahasiswa & Komunitas

Membentuk Komunitas : Mendirikan klub literasi keuangan untuk belajar dan berbagi pengalaman bersama.

Program Mentoring : Mahasiswa senior atau alumni bisa membimbing junior dalam mengelola keuangan.

Kampanye Digital : Menyebarkan tips dan informasi melalui media sosial untuk meningkatkan kesadaran.

3. Peran Individu (Mahasiswa)

Praktif : Secara aktif mencari informasi dan memanfaatkan sumber daya yang ada di kampus.

Menerapkan Pengetahuan : Segera membuat anggaran pribadi dan mulai menabung secara konsisten, meskipun dalam jumlah kecil.

Membangun Mindset : Menyadari bahwa literasi keuangan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan.

Dampak dan Kesimpulan

Dengan penguatan literasi keuangan, mahasiswa akan merasakan dampak positif yang signifikan :

Kesejahteraan Finansial Meningkat : Mampu mengelola uang saku, mengurangi utang, dan memulai kebiasaan menabung/berinvestasi sejak dini.

Kesejahteraan Akademik & Mental Meningkat : Fokus belajar lebih baik dan tingkat stres menurun.

Kesiapan Masa Depan : Lulus dengan beban utang yang terkendali dan fondasi keuangan yang kuat untuk mencapai tujuan hidup.

Meskipun ada tantangan seperti rendahnya minat mahasiswa, solusinya adalah membuat materi menjadi lebih menarik melalui gamifikasi atau studi kasus nyata, serta menciptakan lingkungan yang aman untuk berdiskusi.

Pada intinya, literasi keuangan bukan sekadar tambahan pengetahuan, tapi investasi strategis untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga mandiri dan tangguh secara finansial. Ini adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan holistik dan berkontribusi maksimal pada masyarakat.

Referensi : 

https://www.metrotvnews.com/read/KvJCL3m0-ini-tips-meningkatkan-literasi-keuangan-buat-gen-z

Dan resume yang ke III disampaikan oleh Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D 

Selaku Wakil Rektor 1 UNUSA, 

dengan Tema :

Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA.

Mengenal Sistem Pendidikan di UNUSA: Langkah Menuju Kampus Unggul dan Bermanfaat

Selamat datang di UNUSA, tempat di mana kamu akan memulai babak baru dalam perjalanan pendidikanmu. 

Kalian patut bangga, karena kalian bergabung dengan salah satu universitas yang sudah terakreditasi unggul. Dari ribuan universitas yang ada di Indonesia, UNUSA berhasil menempati posisi ke-80 secara nasional. Posisi ini bahkan mengalahkan banyak perguruan tinggi negeri, lho.

Visi dan Tujuan UNUSA

UNUSA punya cita-cita besar. Kami ingin menjadi universitas terkemuka dan unggul, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan ASEAN. UNUSA juga memiliki tiga nilai utama : menjadi entrepeneurial, memiliki jati diri Islami, dan menjadi universitas yang bermanfaat. Artinya, UNUSA ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga punya jiwa wirausaha, berakhlak mulia, dan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.

Kualitas Pendidikan dan Program Unggulan

Untuk mencapai visi itu, UNUSA terus berbenah. Saat ini, UNUSA memiliki 23 program studi dari lima fakultas, di mana sebagian besar sudah terakreditasi unggul. Semua program studi di bidang kesehatan, termasuk kedokteran, sudah berpredikat unggul. UNUSA juga menjadi salah satu dari sedikit perguruan tinggi swasta yang mendapat izin untuk membuka program spesialis dokter.

Kami selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikan melalui standar mutu yang baik. Kami ingin setiap lulusan menjadi pribadi yang "Perfect". "Perfect" di sini artinya Profesional, Entrepreneur, Rahmatan lil Alamin, Fokus, Empowering, Kreatif, dan Talent. Untuk itu, di UNUSA kalian akan mendapatkan kurikulum yang mengintegrasikan kewirausahaan dan keagamaan. Kami percaya, orang hebat adalah orang yang mampu menemukan dan mengembangkan potensi dirinya.

UNUSA juga punya berbagai program menarik, seperti : 

Program Gelar Ganda (Double Degree) : Khusus untuk mahasiswa Sistem Informasi, kamu bisa mendapatkan dua ijazah, dari UNUSA dan Saint John’s University di Taiwan, dengan biaya kuliah yang sama seperti di UNUSA.

Kerja Sama Internasional : Kami menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di Malaysia, Singapura, dan Taiwan untuk memberikan pengalaman belajar di luar negeri.

Fasilitas Penunjang : Di luar kelas, kamu bisa mengembangkan diri di berbagai organisasi kemahasiswaan. Kami juga menyediakan psikolog khusus di "Green Room" untuk tempat konsultasi dan layanan konseling yang terjamin kerahasiaannya.

Siap Berkarya di Mana Saja, UNUSA berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Banyak alumni kami yang sudah bekerja di berbagai instansi, termasuk di Eropa dan Timur Tengah. Kami juga ingin mendorong mahasiswa, khususnya di bidang keperawatan, untuk berani mengejar karier di level global. Itulah kenapa, UNUSA berencana membuka kelas internasional untuk keperawatan yang akan diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris.

Refrensi : https://sim.unusa.ac.id/

Terimakasih sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca artikel yang saya buat melalui blog pribadi saya🙏☺️. Harapan saya untuk PKKMB tahun ini, semoga teman-teman semua yang mengikuti rangkaian acara dari awal ila akhir diberi kelancaran dan semangat yang berkobar untuk membawa mereka pada pribadi yang mandiri, di siplin dan berfikir kritis😁.


Comments

Popular posts from this blog

Resume Tujuh Dosen FKIP UNUSA ikuti Pelatihan Merancang dan Membuat Media Pembelajaran

Resume Materi PKKMB UNUSA Hari kedua